6/30/2013

Laporan jaringan Saraf



BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang         
            Tubuh hewan merupakan satu unit fungsional yang memiliki struktur  dan terdiri unuit-unit kecil yang tersusun kedalam unit besar, dan ;ebih kompleks. Pada organisasi mahluk hidup, sel-sel akan tersusun menjadi jaringan. Jaringan merupakan suatu kelompok atau selapis sel yang mengalami spesilisasi bersama dalam melakukan suatu fungsi khusus tertentu. Tiap jaringan terdiri atas sel yang mempunysi bentuk, ukuran dan susunan khas. Secara garis besar, jaringan dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf. Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau biaasa disebut neuron. Suatu neuron terdirir dari badan sel yang memebesar secara khas dan mempunyai nukleus dan dua penjukuran sitoplasma  atau lebih. Serabut saraf yang dilewati oleh rangsangan . biasanya dalam sel neuron terdapat dalam kelompok, kolom badan sel terdapat didalam sumsum tulang belakang.[1]
            Jaringan saraf yang merupakan jenis ke-4 dari jaringan dasar terdapat hampir di seluruh jaringan tubuh sebagai jaringan komunikasi. Dalam melaksanakan fungsinya, jaringan saraf mampu menerima rangsang dari lingkungannya, mengubah rangsang tersebut menjadi impuls, meneruskan impuls tersebut menuju pusat dan akhirnya pusat akan memberikan jawaban atas rangsang tersebut.[2]
            Adapun hal yang melatar belakangi sehingga diadakan praktikum ini adalah untuk mengetahuui secara jelas tentang sistem saraf beserta bagian-bagian yang menyusunnya.

B. Tujuan
                 Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk melihat serta ingin mengetahui struktur histologi jaringan saraf.

C. Manfaat
            Adapun manfaat dari percobaan ini kita dapat mengenal dan mengetahui
sel-sel penyusun sistem saraf besrta fungsionalnya masing-masing.


                [1]Cempbell, Reece dan Mitchell. Biologi Edisi Kelima ( Jakarta : Erlangga 2005), h. 9.

                [2]Jaringan saraf. http//jaringan-saraf.bloger whidia.com (29 Mei 2012).



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

            Jaringan saraf merasakan adanya stimulus atau suatu rangsangan dan menghantarkan sinyal dari satu bagian tubuh hewan kebagian tubuh lain. Unit fungsional jaringan saraf adalah neuron, atau sel saraf secara unik dapat dikhususkan menghantarkan sinyal yang disebut impuls saraf. Neuron terdiri dari badan dan dua atau lebih penjuluran, atau proses yang disebut dendrit dan akson yang panjangnya bisa mencapai satu meter badan dari manusia. Dendrit menghantarkan implus dari ujungnya menuju bagian neuron yang lainnya. Akson menghantarkan implus menuju badan neuron lainnya atau menuju efektor, atau struktur ( misalnya sel otot) yang melakukan respon tubuh.[1]
            Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf perifen. Sistem saraf pusat perifen. Sistem saraf pusat terdiri didalamnya otak dan sum-sum tulang belakang. Sistem saraf perifer terdiri dari kumpulan-kumpulan saraf dan ganglia yang tersebar dalam tubuh termasuk saraf cardinal dan spinal. Sistem saraf dibangun oleh komponen-komponen sel saraf atau neuron, sel-sel glia (sel sachwan, oligoiendrosit, migroglia, ependim, astrosit, dan sel-sel satelit) dan jaringan ikat sejati.[2]
            Biasanya badan sel badan neuron terdapat dalam kelompok, kolom badan sel terdapat di dalam sum-sum tulang belakang, lapisan badan sel dipermukaan bagian-bagian dari otak, nodul-nodul badan sel di permukaan bagian-bagian dan ganglion dari saraf kranial dan spinal. Satu ganglion adalah kelompok badan sel yang pada vertebrata terletak di luar sistem saraf pusat.suatu saraf terdiri atas suatu kelompok akson dan dendrit yang disatukan oleh jaringan ikat. Tiap serabut saraf akson atau dendrit dikelilingi oleh nukrilema atau lapisan mielin, atau oleh keduanya. Neurrama adalah membran halus transparan berbentuk tabung yang terbentuk dari sel yang membungkus serabut. Lapisan mielin terbuat dari bahan lemak nonseluler yang berbentuk lapisan putih mengkilat antara serabut dan neurelema. Lapis mielin itu pada jarak agak teratur terputus oleh kontraksi-kontraksi yang disebut bentuk ranvier.[3]
            Jaringan saraf dalam otak dan tulang belakang, disamping neuron mempunyai sel-sel penunjang yang disebut neuroglia. Sel-sel ini memiliki banyak penjuluran sitoplasma  dan sel-se itu bersama penjuluran-penjulurannya merupakan kerangka penyangga yang sangat rapat tempat neuro itu berada. Neoroglia di[erkirakan berada dan memisahkan neuron-neuron yang berdekatan sehingga rangsangan dapat berjalan dari satu neuron ke neuron lainnya hanya dengan melewati sinaps, yang barir neuroglianya itu tidak sempurna.[4]
            Adapun macam dari jenis sel saraf yaitu sebagai berikut :
1.        Sel Saraf Sensorik
Berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke sumsum tulang belakang.
2.        Sel Saraf Motorik
Berfungsi menghantarkan impuls motorik dari susunan saraf pusat ke efektor.
3.        Sel Saraf Penghubung
Merupakan penghubung sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain.[5]
            Dalam melaksanakan fungsinya, jaringan saraf mampu menerima rangsang dari lingkungannya, mengubah rangsang tersebut menjadi impuls, meneruskan impuls tersebut menuju pusat dan akhirnya pusat akan memberikan jawaban atas rangsang tersebut. Rangkaian kegiatan tersebut dapat terselenggara oleh karena bentuk sel saraf yang khas yaitu mempunyai tonjolan yang panjang dan bercabang-cabang.
Selain berkemampuan utama dalam merambatkan impuls, sejenis sel saraf berkemampuan bersekresi seperti halnya sel kelenjar endokrin. Sel saraf demikian dimasukkan dalam kategori neroen-dokrin yang sekaligus menjadi penghubung antara sistem saraf dan sistem endokrin.
[6]
            Unit fungsional system saraf pada vetebrata maupun avetebrata adalah neuron. Sel yang sangat terspesialisasi itu, yang mengandung berbagai organel khas yang ditemukan pada kebanyakan sel eukariotik, sangat teradaptasi bagi komunikasi berkat penjuluran–penjulurannya yang laksana kabel. Dendrit adalah penjuluran–penjuluran, seringkali bercabang–cabang seperti pohon, yang mengangkut impuls menuju badan sel pusat. Badan sel adalah daerah  yang lebih tebal di neuron dan mengandung nucleus serta sebagian besar sitoplasma. Akson adalah penjuluran, umumnya sangat panjang, yang mengangkut impuls menjauhi badan sel.[7]


                [1]Cempbell, Reece dan Mitchell. Biologi  Edisi Kelima  ( Jakarta : Erlangga 2005), h.8.  

                [2]Tim Dosen . penuntun Praktikum Struktur Hewan ( Makassar : Universitas Islam Negeri Alauddin  Makassar2012), h. 15
                [3]Ville. Zologi Umum (Jakarta : Erlangga 1984), h. 64.

                [4]Yusminah, Hala. Biologi Umum (Makassar  : Universitas Islam  Negeri Alauddin Makassar Press 2007), h. 91.
                [5]Jaringan saraf”. http://  Jaringan saraf dan jaringan penguat.com( 28 Mei 2012)

                [6]Ibid.

                [7]Ibid.
 


BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM


A. Waktu dan Tempat
            Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai berikut :
Hari/Tanggal               : Rabu/30 Mei 2012
Pukul                           : 08.00 – 10.00 WITA
Tempat                        : Laboratorium Zologi Lantai 2
                                      Fakultas Sains dan Teknologi
                                      Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
                                      Samata-Gowa.

B. Alat dan Bahan
1.        Alat
                        Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini adalah alat tulis menulis, deck glass, mikroskop binokuler dan obyek glass.
2.        Bahan
            Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah preparat awetan Nerve cell dan Goad nerve cell smear.


C. Prosedur Kerja
                  Adapun prosedur kerja dari percobaan ini adalah :
1.        Nerve cell
a.    Meletakkan preparat awetan Nerve cell pada mikroskop
b.    Mengamati dengan seksama bagian-bagian histology dari Nerve cell
c.    Menggambarkan dan menuliskan bagian dari Nerve cell.
2.        Goad nerve cell smear
a.    Meletakkan preparat awetan Goad nerve cell smear pada mikroskop.
b.    Mengamati dengan seksama bentuk dan bagian dari Goad nerve cell smear.
c.    Menggambarkan dan menukiskan bagian dari Goad nerve cell smea.




BAB V
PENUTUP


A.  Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah jaringan saraf dibagi atas unit fungsional yaitu  neuron adalah  sel saraf yang  terspesialisasi, yang mengandung berbagai organel khas yang ditemukan pada kebanyakan sel eukariotik, sangat teradaptasi bagi komunikasi berkat penjuluran – penjulurannya yang laksana kabel. Dendrit adalah penjuluran – penjuluran, seringkali bercabang – cabang seperti pohon, yang mengangkut impuls menuju badan sel pusat. Badan sel adalah daerah  yang lebih tebal di neuron dan mengandung nucleus serta sebagian besar sitoplasma. Dan  Akson adalah penjuluran, umumnya sangat panjang, yang mengangkut impuls menjauhi badan sel.

B.  Saran
Adapun saran yang dapat saya berikan setelah melakukan praktikum ini adalah agar praktikan lebih teliti dalam melihat objek yang di amati  dan tepat  dalam menggunakan mikroskop dan jika bisaa preparat awetan yang sekarang digunakan sekiranya di ganti dengan yang baru agar pengamatan lebih jelas.


DAFTAR PUSTAKA

Neil A. Cempbell, Jane B. Reece dan Lawrence G. Mitchell. Biologi  Edisi Kelima.
            Jakarta : Erlangga 2005.  
Dosen Tim. penuntun Praktikum Struktur Hewan. Makassar : Universitas Islam
            Negeri Alauddin Makassar 2012.
Claude A.Ville, Warrent F. Walker, jr, Robert D Barnes.. Zologi Umum. Jakarta :
            Erlangga 1984.
Yusminah, Hala. Biologi Umum. Makassar : Alauddin Press 2007.
“Jaringan saraf”. http://Jaringan saraf dan jaringan penguat.com ( 28 Mei 2012)