7/03/2013

Laporan Sistem Pencernaan





BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut melalui dubur. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda.  Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung. Selanjutnya adalah proses penyerapan sari-sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.[1]
Struktur alat pencernaan berbeda-beda dalam berbagai jenis hewan, tergantung pada tinggi rendahnya tingkat organisasi sel hewan tersebut serta jenis makanannya. pada hewan invertebrata alat pencernaan makanan umumnya masih sederhana, dilakukan secara fagositosis dan secara intrasel, sedangkan pada hewan-hewan vertebrata sudah memiliki alat pencernaan yang sempurna yang dilakukan secara ekstrasel.[2]
 Adapun yang melatar belakangi dilakukannya praktikum ini adalah untuk mengetahui  sistem pencernaan pada kelas pisces, amfibi, aves, mamalia.

B. Tujuan
            Mengamati macam-macam sistem pencernaan pada kelas pisces, amfibi, aves, mamalia.

C. Manfaat
             Adapun manfaat yang didapatkan dari praktikum ini adalah kita dapat mengetahui sistem pencernaan yang dimiliki Pisces, Amfibi, Aves dan mamalia.



                [1]Anonim, Sistem pencernaan.http://wikipedia.com, 2012 (12 Juni 2012)


BAB III
METODOLOGI

A.  Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai berikut  :
Hari / Tanggal : Senin / 13 Juni 2012
Waktu              : Pukul 13.00 – 15.00 WITA
Tempat            : Laboratorium Zoologi lantai II
               Fakultas Sains dan Teknologi
               Universitas Islam Negeri  Alauddin
               Makassar  
    
B.  Alat dan Bahan
1.    Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah 1set alat bedah dan papan seksi 1 buah.
2.    Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Ikan Mas (Cyprinus carpio), Katak  (Rana cancarivora), Merpati (Columba livia), kelinci (Cavia cobaya)



C.  Prosedur Kerja
1.    Pengamatan I
a.     Membedah Ikan Mas dan amatilah sistem pencernaan yang ada mulai dari mulut, lambung, usus, hati, pancreas, dan kantung empedu.
b.    Menggambarkan hasil pengamatan.
2.    Pengamatan II
a.   Membedah katak dan amatilah sistem pencernaan yang ada mulai dari    rongga mulut, esophagus, ventrikulus, intestinum, dan kloaka.
b.  Menggambarkan hasil pengamatan.
3.    Pengamatan III
a.     Membedah merpati dan amatilah sistem pencernaan yang ada mulai dari paruh, rongga mulut, faring, lambung, intestinum dan kloaka.
b.    Menggambarkan hasil pengamatan.
4.        Pengamatan IV
a.       Membedah kelinci dan mengamati sistem pencernaan yang ada mulai dari mulut lambung usus dan anus.
b.      Menggambarkan hasil pengamatan.
             

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.       Hasil Pengamatan
                 Adapun hasil pengamatan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :
1.    Pencernaan pada Mamalia
Kelinci                                                                 


       Keterangan
1. Mulut
2. Farink
3. Kerongkongan
4. Lambung
5. Hati
6. Usus halus
7. Usus besar
8. Rektum
9. Anus

                                                                                                     


2.    Pencernaan pada Amfibi
Katak (Rana cancanifora)


Keterangan
1. Mulut
2. Esophagus
3. Lambung
4. Hati
5. Plotus
6. Pankreas
7. Usus Halus
8. Usus Besar
9. Kloaka








3.    Pencernaan pada Aves
Merpati (Columba livia)                                Keterangan


1. Mulut
2. Esophagus
3. Tembolok
4. Provertikulus
5. Empedal
6. Usus
7. Kloaka
8. Hati








4.    Pencernaan pada pisces
Ikan mas (Ciprinus carpio)                           keterangan

1. Mulut
2. Kerongkongan
3. Lambung
4. Hati
5. Usus
6. Anus






5.    Pencernaan pada reptil
ular (Phyton molurus)  
                                                              keterangan

1. Mulut
2. Trakea
3. Hati
4. Lambung
5. Usus halus
6. Usus besar
7. Anus




B.  Pembahasan
1.    Sistem pencernaan mamalia (kelinci)
          Sistem pencernaan pada mamalia dimulai pada mulut, farink, kerongkongan, lambung, hati, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Rongga  mulut dilapisi oleh sel-sel epitel pipih. Pada rongga mulut terdapat lidah, kelenjar ludah, dan gigi yang berfungsi untuk mencerna makanan secara mekanis. Farink merupakan pertigaan antara saluran pernafasan dengan saluran pencernaan, dimana faring mengatur jalannya makanan agar tidak masuk kerongga pernafasan. Kerongkongan adalah saluran yang memanjang yang menghubungkan rongga mulut sampai pada lambung. lambung merupakan kantong besar yang terdapat pada rongga sebelah kiri, tepatnya di bawah diafragma dan di depan pankreas. Lambung terdiri atas bagian kardia yang terletak di sebelah atas dekat hati, fundus adalah bagian yang membulat dan letaknya di tengah, dan filorus adalah bagian yang letaknya di usus. Lambung berfungsi untuk mencerna makanan secara kimiawi yaitu mengubah struktur makanan menjadi melekul yang lebih sederhana yaitu dengan bentuk enzim.
        Saluran pencernaan yang selanjutnya pada mamalia yaitu usus halus Proses pencernaan lemak dan protein dituntaskan dalam usus halus untuk selanjutnya diabsorpsi oleh vili (jonjot) usus halus. Usus halus berupa tabung yang panjangnya sekitar 6-8 meter, terdiri atas 3 bagian, yaitu deodenum (usus 12 jari) yg panjangnya sekitar 25 cm; jejunum (usus kosong) berukuran 7 m; dan ileum (usus serap) berukuran 1 meter. pada usus besar dilapisi oleh membran mukosa tanpa lipatan kecuali pada bagian rektum. Fungsi utama organ ini adalah mengabsorpsi air, membentuk massa feses, dan membentuk lendir untuk melumasi permukaan mukosa. Yang terakhir dari organ pencernaan pada mamalia yaitu anus, anus merupakan lubang pelepasan dimana pada organ ini pebuangan sisa-sisa pencernaan dilakukan.
2.    Sistem Pencernaan Amfibi (Rana cancanivora)
         Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan salah satu binatang amphibi adalah katak makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Saluran pencernaan katak dimulai dari rongga mulut, terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah menangkap mangsa, kemudian ke esophagus yang berupa saluran pendek, kemudian menuju ke lambung yang berbentuk kantung  bila terisi makanan menjadi lebar, menuju usus usus dapat dibedakan usus halus dan tebal. Usus halus meliputi: duodenum, jejunum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka, dan kloaka merupaka muara bersama antara saluran pencernaan makananm saluran reproduksi, dan urine.
               Kelenjar pencernaan pada amphibi, terdiri atas hati dan pancreas. Hati berwarna merah kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobus. Hati berfungsi mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan. Pankreas berwarna kekuningan, melekat diantara lambung dan ususdua belas jari (duodenum). Pancreas berfungsi menghasilakn enzim dan hormone yang bermuara pada duodenum.

3.    Sistem pencernaan aves (Columba livia)
               Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan bukung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan. Saluran pencernaan burung dimulai dari paruh yang merupakan modifikasi gigi, rongga mulut terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk. Kemudian menuju faring berupa saluran pendek, esophagus pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat. Kemudiang menuju ke lambung, lambung terdiri atas proventrikulus (lambung kelenjar) banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis. Ventrikulus (lambung pengunyah), ototnya berdinding tebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan. Kemudian makanan menuju usus yang terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.
4.    Sistem Pencernaan pisces (Caprinus Carpio)
               Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lender, tetapi tidak menghasilkan air ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat dibelakang insang dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umunya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus.
Dari lambung makanan masuk ke usus melalui pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya, usus bermuara di anus. Kelenjar pencernaan pada ikan , meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar yang berukuran besar, berwarna merah kecoklatan , terletak dibagian depan rongga badan, dan menglilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian yan g menuju kea rah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang di simpan dalam  kantung empedu berbentuk bulat, berwarna kehijauan terletak disebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung empedu berfungsi untuk menyimpan empedu dan disalurkan ke usus bila diperlukan. Pancreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan hormon insulin.
5.    Sistem Pencernaan Reptil
               Sistem pencernaan pada ular hampir sama dengan sistem pencernaan jenis hewan lainnya yang hanya membedakan yaitu Spesies reptil tertentu seperti ular memiliki racun (bisa) yang berfungsi  untuk melumpuhkan mangsanya. Hal ini terjadi karena ular tidak memiliki geraham untuk mengunyah mangsanya. Selanjutnya makanan akan masuk melalui kerongkongan masuk kedalam lambung untuk proses pencernaan secara kimiawi selanjutnya masuk kedalam usus halus dan usus besar yang berahir pada saluran pembuangan yaitu anus.



BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
            Adapun kesipulan dari percobaan ini adalah sitem pencernaan pada mamalia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus, selanjutnya pada amfibi yakni memiliki organ seperti mulut, kerongkongan, lambung, hati, usus halus, usus besar dan kloaka. Organ pencernaan pada aves yaitu mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus dan kloaka. Pada pisces terdapat mulut, kerongkongan, tembolok , lambung, hati, anus dan kloaka. Dan yang terahir pada reptil yakni mulut, trakea, hati, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Dimana fungsi dari sistem pencernaan tersebut yakni untuk mencerna makanan yang akhirnya energi bisa dihasilkan untuk aktivitas sehari-hari.

B. Saran
            Adapun saran yang sempat disampaikan yaitu agar bahan yang digunakan masih dalam keadaa segar dan murah agar bisa dijangkau oleh semua praktikan.
 


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Sistem pencernaan pada invertebrata. http://Guru Ngeblok.com, 2012
         (12 Juni 2012).

D, A Pratiwi. Biologi. Jakarta: Erlangga, 2005.

Gerrit Bevelander. Dasar – Dasar Histologi Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga
        2008.

Neil A. Campbell, Lawrence G. Mithcell dan Jane B. Reece. Biologi Dasar edisi    kelima. 
       Jakarta  : Erlangga, 2005.

Tim dosen. Penuntun Praktikum Struktur Hewan. Makassar : Universitas Islam       Negeri 
        Alauddin, 2012.









 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar